Time on the Flower Shop

Come get Rihanna live

Friday, December 11, 2009

plus minus ujian nasional dari kacamata siswa

hello. maaf postingan kemaren singkat trus gak menarik, beneran lagi gak mood lah buat nulis tapi gatau knp rasanya seneng aja gt nulis di blog pas lg gak mood, kesannya curhat hahaha (jelas)

so this is........Plus Minus Ujian Nasional Dari Kacamata Siswa, sebenernya ini tugas sekolah tapi gue ngerasa tulisan ini ada gunanya juga, gak semata-mata tugas doang. ya moga moga aja bermanfaat ya, kan sekalian nambah tulisan yang "berbobot" di blog gue, gak cuma cerita gapenting terus (yes, gue ngerasa blog gue benerbener gak menarik) who said this mess is a good thing to improve my blog quality? me. maaf kalo bahasanya agak kaku2 gmn gt hoho namanya juga tugas sekolah -____- awalnya gue ngetik kerangkanya dulu di bb, trus gue save draft lewat opera mini bb gue baru deh gue kembangin trus gue post ehehe (siapa juga sih yang nanya)

__________________________________________________________________________

Plus Minus Ujian Nasional Dari Kacamata Siswa

Ujian Nasional? pertama kali yang tergambar di benak saya ketika mendengar itu adalah SMAN 8. mau masuk 8? UNnya bagus dulu. kata kata itu seolah sudah tertancap di benak saya sebagai motivator menuju SMA favorit pilihan saya (yang notabene adalah SMAN 8). tetapi, semudah itu kah? nyatanya, semua orang tahu bahwa masuk SMA favorit tidak semudah yang diharapkan. tidak, tidak semudah membalikkan telapak tangan yang menurut saya sebenarnya perumpamaan itu kelewat lebay. mana ada pilih sekolah tinggal membalikkan telapak tangan?

tetapi, dibalik susahnya masuk SMA favorit, ada sebuah tolak ukur 'susah'-nya tersebut yang orang orang mengenalnya dengan sebutan Ujian Nasional. tentu masuk SMA favorit akan mudah kalau UN-nya mudah, begitupun sebaliknya. tetapi, kalau dilihat dari kenyataannya, rasanya UN mudah itu mustahil. entah mustahil karena para siswanya memang sudah takut duluan, atau memang pelajarannya susah. mungkin lebih karena siswanya yang takut duluan kali ya, kesannya "in the edge between alive or not".

pertanyaannya adalah, sesusah itu? memang pengaruh UN menentukan masa depan, mau masuk SMA mana? tetapi sebenarnya kita bisa melalui semua itu tanpa rasa takut sama sekali, kalau memang kita mau. kan kita sudah ikut bimbel, pendalaman materi dan lainnya. will be worth it someday? apa pengorbanan waktu, tenaga, bahkan biaya yang kita korbankan akan berhasil?

disitulah minusnya UN. terkadang kalau mau sukses dalam UN tidak bisa 'tangan kosong'. memang tak harus, tapi seenggaknya kita perlu mengorbankan sesuatu demi hasil UN nanti. apakah itu berarti rugi? jelas iya. memangnya bimbel jaman sekarang murah? PM di labschool saja bayar kok. belum lagi tenaga dan waktu yang dikorbankan jelas membuat stress siswa. secara tidak langsung, siswa terus menerus ditekan dan diforsir demi UN. emangnya gak capek? tekanan terus menerus membuat saya pribadi sebagai siswa yang akan melaksanakan UN merasa bosan dan capek yang jelas membuat saya stress sendiri. tetapi, menurut saya untuk sukses memang tidak ada yang mudah. perlu ada pengorbanan demi masa depan nantinya.

lalu plus-nya apa? jelas masa depan yang akan menjadi plus dari UN itu sendiri. kalau UNnya mudah, SDM yang dihasilkan akan berstandar rendah juga nanti. itulah mengapa setiap tahunnya, standar nilai kelulusan UN terus melonjak. kenaikan standar nilai itu dibarengi oleh adanya tuntutan SDM yang berkualitas untuk masa depan nanti. tidak mungkin sebuah negara akan maju apabila tidak ada peningkatan kualitas SDM kan?

sepertinya saya terlalu jauh dalam mengambil contoh ya -___- tak perlu membahas SDM, tanpa adanya UN, tak akan ada tolak ukur kemampuan seseorang dalam mengerti materi yang sudah dipelajari kan? jadi jelas UN itu perlu. adanya kontra dalam pelaksanaan UN hanya dikarenakan masyarakat yang terlalu lebay dalam menanggapinya. kasarnya: nyantai aja kali. (eyaaa haha)

kesimpulannya adalah, memang UN itu penting dan harus ditanggapi dengan sungguh sungguh, tetapi jangan berlebihan. dengan begitu, kita dapat meminimalisir minusnya UN sehingga siswa yang menjalankan tidak terlalu terbebani dengan adanya UN tersebut. kalau sudah begitu, bahkan saya sendiri merasa UN tidak lebih penting dari test harian biasa hehehe ;)

Annisa Rahmalia, 9C/04 SMP Labschool Jakarta
__________________________________________________________________________

OKE SERIUS YA GUE GAK NGERTI KENAPA GUE BISA NULIS KAYA BEGITU. formal bgt ya? kesannya dewasa bgt gitu............wgwgwg serah deh. adooooh kok gue jadi malu sendiri ama tulisan gue sih -___- pengen diedit lagi tapi sayang hahaha yaudahlah. jangan kaget ya kalo gue jadi gajelas gini mehehehe tugas sekolah!!!!!!!!!!!!!!! (dalihnya tugas sekolah mulu)

okelah kalo begeto (jelas bgtsi lu nis aaaalay parah nyet) bye!

0 WOW! so far: